1) Puisi Lama adalah puisi lama dibagi Pantun, Taliban, Seloka, Gurindam, Syair, Mantera, Masnawal, Ruba’i, Kit’ah, Hazam, Gazal dan Bidal.
Bidal adalah sebuah pribahasa atau pepatah yang berisikan tentang nasehat, sindiran, peringatan.
Contoh :
- Buah yang manis biasanya berulat = kata – kata yang baik biasanya menjerumuskan.
- Empang sampai keseberang, dinding sampai kelangit = sudah tidak bias dipersatukan lagi atau di damaikan ( tentang pertengkaran ).
Syair adalah sebuah puisi lama yang tiap – tiap baitnya itu harus terdiri dari 4 Larik dan berakhiran dengan menggunakan bunyi yang sama.
Bentuk syair itu adalah :
- 4 Baris ( 1 bait 4 baris )
- 1 Baris ( 4 -5 kata , 8 – 10 suku kata )
- Bersajak a – a – a – a
- Semua baris merupakan isi
Contoh syair :
Syair Perahu
Inilah gerangan suatu madah
Mengarangkan syair terlalu indah,
Membetuli jalan tempat berpindah,
Di sanalah i’tikat diperbetuli sudah
Mantera adalah karya sastra lama yang berisikan pujian terhadap sesuatu yang gaib keramat.
Contoh mantera / mantra :
- Untuk menyembuhkan orang kesurupan.
- Untuk membuat orang yang pingsan menjadi sadar atau sembuh
Pantun adalah sebuah puisi lama yang terdiri dari :
- Terdiri dari 4 baris
- Bersajaka ab – ab
- Baris 1 dan 2 adalah sampiran
- Baris 3 – 4 adalah isi
- Tipa baris 4 kata 8 -12 suku kata
Contoh : Ada orang di panggang saja
Hendak dipinang tidak berkunyit
Arak orang dipandang saja
Hendak dipinang tidak berduit
Gurindam adalah sebuah sajak yang terdiri dari 2 baris yang berisikan tentang nasehat dan petuah.
Contoh : Dengan ibu hendaklah hormat
Supaya badan dapat selamat.
Seloka adalah sajak yang mengandung ajaran ( sindiran ) biasanya terdiri dari 4 larik yang bersajak a – a – a – a yang mengandung sampiran dan isi.
Contoh : Taman melati dirumah – rumah
Ubur – ubur sampai dua
Kalau mati kita bersama
Satu kubur kita berdua.
Talibun adalah sebuah pantun yang bersajakan abc, abc, abcd, abcd atau bersilangdan terdiri dari 6, 8 dan 10 baris.
Contoh :
Talibun 6 baris Talibun 8 baris
Selasih dirimba jambi Pasir bulan dalam perahu
Rotan ditarik orang paruh Berlabuh tentang bara – bara
Putus akarnya dijermi Ketika mengaharap mauaranya
Kasih pun baru dimulai Kasih tua hambalah tau
Tuan bawa berjalan jauh Sebagai seorang mengandung vbara
Itu menghina hati kami Terasa hangat dilepaskan
Begitu benar malah kiranya.
Masnawi adalah jenis puisi asala persi berirama dua – dua dan berisi pujaan
Bidai digunakan masyarakat lama untuk mengungakapakan sesuatu. bidai mengunakan bahsa kaisan dan dapat di bedakan menjadi bebrapa macam : pepatah, kiasan, pameu.
Kit’ah adalah puisi arab yang berisi nasehat – nasehat.
Bajal adalah pusi arab yang berisi antara kasih.
Nazam adalah puisi arab yang berisi hal – hal yang berkaitan dengan nasihat.
2) Puisi Baru
Puisi dapat dibedakan menjadi :
Distikon ( sajak 2 seuntai ) : sajak yang terdiri dari 2 baris kalimat dalam setiap baitnya. distikon bersajak a – a.
Tarzina adalah sajak 3 seuntai artinya setiap baitnya terdiri dari tiga buah kalimat. tarzina bersajak a – a – a, a – a – b, a – b – a, a – b – b.
Kuatrin : sajak 4 seuntai artinya setipa baitnya terdiri dari 4 buah kalimat. kuatrin bersajak ab / ab, aa / aa, ab / ab atau aa / bb )
Kuint ( sajak lima seuntai ) : sajak yang terdiri dari baris 5 kalimat dalam setiap baitnya. kuint bersajak a – a – a – a – a.
sekte : sajak enam seuntai atau puisi atau sajak yang terdiri dari enam buah kalimat dalam setiap baitnya. persajakan dalam sekte tidak beraturan.
Septina : sajak tujuh seuntai atau sajak setipa baitnya terdiri dari tujuh buah kalimat. persajakan septina juga tidak beraturan.
Stanza : sajak delapan seuntai, yaitu setiap baitnya terdiri dari delpana buah kalimat. stanza disebut juga oktava. serti halnya sktet dan septina, persajakan stanza tidak berurutan.
3) Puisi Modern
Puisi Modern dapat dibagi menjadi :
Ode : sajak yang isinya mengandung pujian kepada seseorang suatu bangsa, atau sesuatu yang di anggap mulia.
Himne : sajak pujian kepada tuhan yang maha kuasa himne sering disebut sajak ketuhan.
Elegi : sajak yang berisi duka mestapa. sajak ini selalu mengungkapkan sesuatu yang pedih.
Elpigram : sajak yang berisi tentang ajaran – ajaran moral, nilai hidup yang baik dan benar, yang dilukiskan dengan ringkasan.
Satire : sajak yang isinya mengecam, mengejek dengan kasar ( sarkasme ) dan tajam
( Sisnis ) terhadap suatu ketidakadilan yang ada dalam masyarakat.
- Romance : sajak yang berisi tentang cinta kasih, cinta kasih ini tidak hanya antara sepasang kekasih, tetapi cinta kasih terhadap segalanya.
- Balada : sajak yang berisikan cerita atau kisah yang mungkin terjadi atau hanya khayalan penyairnya saja .
Contoh sonata :
Candi
Engkau menahan empasan kata
Tinggal berdiri indah permai
Tidak mengabaikan serangan segak
Megah kuat tidak terperi
Engkau berita waktu yang lalu
Masa Indonesia masyur maju
Dialah putra bangsawan
Diujung tinggi permata raya
Aku memandang suka dan duka
Berganti – ganti didalam hati
Terkenang dulu dan waktu nanti.