Era Baru Dunia Arab

Dalam beberapa waktu terakhir, bumi politik dunia Arab mengalami guncangan hebat disertai hawa panas aksi demonstrasi berdarah-darah. Tradisi kekuasaan bersemangat kekabilahan (diabadikan dan diwariskan) yang telah berlangsung selama berabad-abad hancur-lebur dihantam tuntutan perubahan rakyat. Peralihan kekuasaan melalui revolusi rakyat pun menjadi rumus dan fakta politik baru di kawasan padang pasir ini.

Ibarat rentetan bom, keberhasilan rakyat Tunisia menumbangkan rezim Zine al-Abidine Ben Ali pada 14 Januari lalu menjalar ke beberapa negara Arab yang mempunyai latar belakang persoalan yang kurang lebih sama. Terutama persoalan kemiskinan, pengangguran, dan kediktatoran rezim penguasa yang berada di atas tampuk kekuasaan dalam kurun waktu berpuluh-puluh tahun.

Hanya beberapa hari setelah revolusi melati di Tunisia, revolusi Nil pun mengempaskan rezim Hosni Mubarak di Mesir pada 25 Januari lalu. Kini beberapa negara Arab lain seperti Libya, Yaman, Bahrain, Arab Saudi,  dan yang lainnya sedang menunggu ”giliran takdir revolusi”.

Pada sisi lain dan pada waktu yang hampir bersamaan, ledakan politik model lain yang tidak kalah dahsyat juga terjadi di sebagian negara Arab yang lain. Investigasi pembunuhan mantan Perdana Menteri Lebanon  Rafik Hariri, contohnya, telah membuka konflik baru antara faksi-faksi politik di negeri indah dan imut itu. Terutama antara Hizbullah yang tertohok oleh hasil investigasi ini dengan faksi Rafik Hariri yang saat ini dinakhodai oleh anaknya, Saad Hariri.

Bahkan, Palestina yang selama ini kerap mengalami berbagai macam aksi kejam dari Israel pun dilanda ”krisis serupa, tapi tak sama” dengan yang terjadi di Tunisia, Mesir, Jordania, dan Yaman. Disebut demikian karena krisis mutakhir di Palestina terkait dengan perundingan rahasia antara pejabat Palestina dan Israel bisa berujung pada lengsernya kekuasaan Mahmoud Abbas.

Dalam perundingan tersebut, Palestina ditengarai pernah mengusulkan sebagian dari wilayah Jerusalem Timur akan diberikan  kepada Israel bila negara itu memenuhi tuntutan Palestina. Padahal, Jerusalem Timur selama ini menjadi harga mati bagi Palestina dan dunia Arab yang tidak akan ditukar dengan kompensasi apa pun dalam perundingan dengan Israel. Adalah stasiun TV Al Jazirah yang pertama membocorkan perundingan rahasia tersebut.

Dilema AS

Sejumlah krisis yang melanda negara-negara Arab mutakhir menempatkan Amerikat Serikat (AS) pada posisi yang sangat dilematis. Mengingat negara-negara Arab bermasalah tersebut merupakan sekutu-sekutu AS di Timur Tengah yang mempunyai peran besar dalam mengamankan pelbagai macam kepentingan negara adidaya itu di kawasan.

Bersamaan dengan mencuatnya krisis yang melanda sejumlah negara-negara Arab tersebut, AS kini terjepit di antara tuntutan nilai-nilai demokrasi yang kerap dikampanyekan dengan hamparan kepentingan yang terbentang luas di atas hamparan bumi dunia Arab. Baik kepentingan yang bersifat langsung (seperti ekonomi, minyak, dan militer) maupun kepentingan yang bersifat tidak langsung (seperti mengendalikan musuh-musuh AS di kawasan ini melalui tangan negara-negara Arab di atas).

Pun demikian, AS terjepit di antara tuntutan nilai-nilai demokrasi dengan ancaman kelompok-kelompok radikal yang bisa mengambil-alih kekuasaan di negara-negara Arab bermasalah di atas. Yaitu Ikhwan Muslimin di Mesir, Hizbullah di Lebanon, Hamas di Palestina, Al Qaidah dan pemberontak Syi’ah di Yaman.

Peluang Iran

Berbeda dengan posisi dilematis yang dihadapi AS, sejumlah krisis di negara Arab saat ini justru memberikan peluang besar bagi Iran untuk semakin mengukuhkan posisinya di dunia Arab. Iran berpeluang besar menguasai negara-negara Arab yang bergejolak di atas melalui tangan-tangan politiknya. Terlebih lagi bila kelompok-kelompok pro-Iran seperti di atas berhasil menggantikan rezim penguasa yang saat ini digoyang oleh rakyatnya sendiri.

Menguasai negara Arab melalui tangan politiknya bukanlah hal yang sulit bagi Iran. Faktanya, Iran mampu mengendalikan Lebanon melalui Hizbullah yang kerap tampil sebagai ”negara di dalam negara”. Bahkan,  tangan politik Iran di dunia Arab mampu mengalahkan AS secara langsung, seperti yang terjadi dalam pembentukan pemerintahan baru Iraq. AS yang pada awalnya mendukung Iyad Allawi sebagai calon perdana menteri Iraq harus menerima kekalahan, berkompromi, dan akhirnya turut mendukung Nuri el-Maliki yang selama ini didukung oleh Iran.

 

Fakta-fakta politik seperti itulah yang dijadikan sebagai basis analisis  oleh kolumnis terkemuka Timur Tengah Abdurrahman Ar-Rasyid  untuk mengendus peran Iran dalam sejumlah krisis yang melanda dunia Arab saat ini. Bahkan, Ar-Rasyid menengarai keterlibatan Iran (melalui tangan politiknya) dalam aksi teroisme yang meledak di salah satu gereja tua di Alexandria (Mesir) sesaat setelah pergantian tahun baru 2011. Begitu juga dengan pembocoran perundingan rahasia pejabat Palestina dengan Israel, sebagaimana dijelaskan di atas (Ash-Shar Al-Awsat, 27/01).

Era Baru Arab

Pelbagai macam krisis yang terjadi di negara-negara Arab saat ini telah membawa dunia Arab pada era baru. Sebuah era yang ditandai dengan keberanian bangsa Arab menentang ”kepala-kepala” sukunya untuk mengembalikan kedaulatan kepada rakyat.

Boleh jadi, gerakan revolusi yang saat ini terjadi di banyak negara Arab tidak berhasil semua menurunkan rezim penguasa seperti yang terjadi di Tunisia dan Mesir. Tetapi, hampir bisa dipastiakan, gerakan serupa akan diperjuangkan kembali oleh mereka pada waktu yang lain hingga mencapai tujuannya. Pun sangat mungkin gerakan revolusi saat ini hanya terjadi di negara-negara Arab berkembang seperti Mesir, Libya, Tunisia, Jordan, dan Yaman. Tetapi,  hampir bisa dipastikan, gerakan serupa akan segera terjadi di negara-negara Arab lain dalam beberapa waktu ke depan.

Gerakan revolusi di negara-negara Arab saat ini telah berhasil memecahkan ”ruang tabu” kekuasaan yang selama berabad-abad tidak tersentuh oleh masyarakat di sana, terlebih lagi direvolusi. Dengan demikian, penjungkalan sebuah rezim yang tidak demokratis dan pemerataannya di dunia Arab hanyalah persoalan waktu.

 

Friday, 11 March 2011 12:09

Oleh Hasibullah Satrawi

 

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s