Pencemaran Lingkungan Ancam Prabumulih

PRABUMULIH – Kota Prabumulih terancam tercemar. Puluhan perusahaan di Kota Prabumulih belum mengantongi izin pengelolaan lingkungan hidup. Perusahaan jasa migas dan rumah makan mendominasi.

Hal itu diakui Kadis Pertambangan Energi dan Lingkungan Hidup (DPELH) Prabumulih, Ir Sapuan DJ, Kamis (29/7). Dari 51 perusahaan yang terdata hanya 10 perusahaan yang mengantongi izin itu. Sisanya 41 perusahaan belum mengantongi izin.

Adapun jumlah perusahaan itu merupakan perusahaan yang terdata pada tahun 2010. Dari 18 perusahaan jasa migas baru 11 perusahaan yang mengantongi izin. Sementara perusahaan jasa kesehatan, dari delapan hanya tiga saja yang punya. Sedangkan delapan perusahaan jasa hotel dan parawisata, enam jasa home industri dan 15 usaha rumah makan semuanya sama sekali belum memiliki dokumen pengelolaan lingkungan hidup.

Hasilnya bisa ditebak. Saat ini pengelolaan limbah yang dibuang kembali ke lingkungan terkesan asal. Masyarakat yang berada di sekitar perusahaan banyak yang mengeluh. Padahal, sesuai Peraturan Menteri Negara Lingkungan Hidup (Permeneg LH) No 14 Tahun 2010, tentang dokumen lingkungan hidup, setiap jenis usaha dan atau kegiatan wajib membuat dokumen lingkungan hidup. Dokumen tersebut berisi evaluasi lingkungan hidup dan pengelolaannya. Jika tidak, hukuman pidana dari tiga hingga 10 tahun atau denda sebesar Rp 3-10 miliar menanti.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s