Sejarah Stasiun Prabumulih

Stasiun Prabumulih adalah stasiun kereta api yang terletak di Prabumulih, Sumatera Selatan. Stasiun ini terletak pada jalur pertemuan kereta dari arah Tanjung Karang, Lampung, dan Lubuk Linggau-Stasiun Kertapati di Palembang. Sebelum tahun 1985, terdapat 9 rel yang dioperasikan di kereta ini, namun pada tahun 2010 hanya tinggal tiga rel. Di tahun 2010, stasiun ini hanya dilalui oleh empat kereta penumpang, yaitu KA Limex Sriwijaya, KA Ekspres Rajabasa (Kertapati-Tanjung Karang), serta KA Sindang Marga dan KA Serelo (Kertapati-Lubuk Linggau).

Sejarah stasiun ini tertulis pada buku De Stoomtractie Op Java en Sumatera karangan JJG Oegema. Berdasarkan buku tersebut, Stasiun Prabumulih mulai dikenal pada tahun 1915, ketika Hindia Belanda membangun jalur kereta Kertapati-Prabumulih sepanjang 78 km dan jalur Prabumulih-Muara Enim sejauh 73 km pada tahun 1917. Pada tahun 1927, jalur Prabumulih-Tanjung Karang sepanjang 311 km juga dibangun. Di masa itu, usaha kereta di Sumatera Selatan dikelola oleh perusahaan Zuid Sumatera Spoorwegen. Dulunya terdapat enam jenis lokomotif uap di lintasan Stasiun Prabumulih, yaitu model B51, C11, C30, C50, D50, dan D52. Untuk pengisian bahan bakar berupa air bagi kereta tersebut, digunakan cerek dan tangki pengisian air. Sekitar tahun 1982, dilakukan perombakan bangunan pada stasiun ini.

 

 

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s