Hidup Mandiri di mulai jam 5 Pagi

      Suatu pagi disebuah rumah kecil yang kesibukan mulai terasa maklum anak sulung lelakinya ingin pergi mencari Ilmu, kedua orang tunanya sibuk mempersiapkan segala sesuatunya. ia akan berangkat besama ayahnya , ibunya dengan rasa berat merelkannya pergi untuk sebuah cita – cita anaknya. anak tersebut mulai berpamitan kepada sanak saudara yang seakan suatu hal yang baru buat anak tersebut maklum anak tersebut saat itu masih berumur 15 tahun yang akan pergi meninggalkan keseharian bersama orang tuanya dan akan memulai kehidupan yang lebih mengajarkan kemandirianya. di pagi itu anak tersebut dan ayahnya menunggu mobil yang akan berangkat ke kota maklum disana hanya ada satu angkutan umum. jadi meraka menunggu lama untuk bisa berangkat kekota.
Anak tersebut mulai tidak fokus lagi akan desanya karena ia selalu membayangkan tentang keadaan rumah tante nya yang jauh lebih modern dari desanya yang tidak akan pernah ia lupakan tentang kenangan yang pernah terjadi. dan akhirnya mobil pun datang dengan sigapnya anak tersebut menaruh barang di mobil walau hanya bisa duduk diatap mobil karena pada saat itu penuh sesak oleh ibu-ibu yang mau kepasar. dan sampailah di stasiun kereta api, semakin anak tersebut tidak bisa tenang karena akan memulai suatu yang baru dengan lingkungan yang belum tentu sama dengan kampung halamanya.
di stasiun anak tersebut dan ayahnya cukup lama menunggu kereta datang hampir 2 jam, dengan tampak gelisah anak tersebut terus berfikir tentang likungan Impiannya.
Dengan menghela nafas anak tersebut melangkakan kaki ke dalam kereta bersama ayahnya karena Kereta akan berangkat. terasa begitu lama yang iya rasakan seolah kereta tersebut tak berhujung dan tanpa tujuan karena ia hanya duduk di kereta selam 1 hari 1 malam. anak tersebut mulai merasa bosan karena yang dilihat hanya orang mondar mandir dan pedagang asongan yang menjajakan daganganya, sesekali ia memandangi pemandangan pedesaan yang ia lewati dari Jendela kaca kereta api.

sampai lah di stasiun tujuan …

      Ternyata perjalan masih lama ujar sang ayah, mereka masih harus melewati Lautan untuk menyerang ke Pulau seberang. perjalanan pun di mulai kembali kali ini mengunakan Bis malam untuk samapi di Pelabuhan , ketika itu sudah laut malam. di sepanjang jalan anak tersebut tertidur , sampai ketika dia terbagun oleh hiruk pikuk kendaraan parkir di dalam Dek Kapal Ferry yang akan membawa ia ke seberang pulau. tanpa terasa waktu 2 jam penyebrangan terlewati begitu saja. sampai di seberang perjalanan sang anak pun di mulai kembali kali ini menuju stasiun kereta api lagi untuk melanjutkan perjalanan ke rumah tantenya. sampai di sana ayah dan anak tersebut tidak bisa berangkat pada hari itu juga karena kereta yang akan membawa mereka baru ada lagi besok pagi, sehingga ia pun memutuskan untuk menunggu hingga pagi di statiun. keesokan harinya ia berangkat, hiruk pikuk di kereta pun terasa kali ini lebih parah karena orang orang berhimpitan maklum kelas kereta yang kami tumpangi Ekonomi. anak tersebut merasa terheran dan kagum maklum dia baru kali ini melihat gedung pencakar langit yang ada di ibukota.

     Perjalanan pun berlanjut kurang lebih 1 hari 1 malam untuk sampai  kota tujuan. anak tersebut semakin tebayang akan kota tujuan, apakah sesuai yang ia harapkan atau tidak. tanpa terasa ia telah sampai di statiun pemberhentian terakhir. kali ini ia lanjutkan kembali dengan bis kira – kira perjalan 4 jam untuk sampai, kembali anak tersebut mersa galau antara senang, takut bercampur aduk . maklum ia berfikir tentang keadaan  suasanya disana, masyarakatnya maklum saja ia baru kali ini pergi jauh dari rumah.

     Perjalan pun berhenti tepat dikota Tantenya, anak tersebut mersa lega dan merasa bebas karena perjalanan yang panjang dan melelahkan.  kami pun sampai di rumah tante, lalu ayah ku mengetuk pintu rumah tante ….

Assalamualaikum,

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s